KENDARI – Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) berhasil menyelenggarakan kampanye nutrisi sehat terintegrasi yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa pada Sabtu, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Taman Kendari ini menjadi bentuk konkret komitmen mahasiswa gizi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan kepemimpinan dan keterampilan organisasi.
Kampanye bertajuk “Gizi Sehat Dimulai dari Rumah” ini melibatkan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai organisasi internal Program Studi Gizi, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Gizi, dan beberapa klub minat akademik lainnya. Kehadiran mahasiswa dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap berbagai agenda keorganisasian yang dirancang dengan matang oleh pengurus BEM dan HMPS.
Acara dimulai pada pukul 07.30 pagi dengan persiapan berbagai booth edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan demonstrasi pengolahan makanan bergizi. Sebanyak 15 booth interaktif didirikan dengan tema-tema spesifik mulai dari pentingnya pola makan seimbang, pencegahan penyakit tidak menular melalui nutrisi, hingga edukasi gizi khusus untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Setiap booth dipandu oleh mahasiswa yang telah melalui pelatihan khusus dari dosen pembimbing mereka.
“Kegiatan ini bukan hanya sekedar acara rutin organisasi mahasiswa, tetapi merupakan bentuk nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ketua BEM Program Studi Gizi Unismuh Kendari, Raihanah Putri, 22 tahun, mahasiswa tingkat akhir yang meraih posisi melalui pemilihan raya pada bulan Maret 2026 lalu.
Raihanah menjelaskan bahwa konsep kampanye nutrisi terintegrasi ini lahir dari riset sederhana yang dilakukan mahasiswa selama semester sebelumnya. Riset tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Kendari mengenai pentingnya nutrisi sehat masih tergolong rendah, terutama di kelurahan-kelurahan pinggiran kota.
“Kami menemukan bahwa banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Mereka sering mengonsumsi makanan bernutrisi rendah karena keterbatasan informasi dan akses. Oleh karena itu, melalui BEM dan HMPS, kami merancang kampanye ini agar bisa menjangkau masyarakat secara langsung dan memberikan informasi praktis yang bisa langsung diaplikasikan,” jelas Raihanah dengan antusias.
Direktur Program Studi Gizi Unismuh Kendari, Dr. dr. Muh. Nur Fajri, M.Sc., yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat sejalan dengan misi universitas untuk menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki komitmen kuat dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat Kendari dan sekitarnya. Kampanye nutrisi sehat ini adalah salah satu wujud nyata dari dedikasi mahasiswa Program Studi Gizi yang tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praksis langsung di lapangan. Saya sangat menghargai kerja sama solid antara BEM, HMPS, dan organisasi mahasiswa lainnya dalam mensukseskan kegiatan ini,” kata Dr. Nur Fajri saat memberikan sambutan pembukaan acara.
Dalam acara ini, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan konsultasi gizi dasar. Lebih dari 300 warga masyarakat Kendari datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut. Antrian untuk konsultasi nutrisi berlangsung seharian penuh, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat.
Salah satu pengunjung, Ibu Siti Nurhaliza, 45 tahun, seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Bontoharu, menceritakan pengalamannya mendapatkan konsultasi gizi dari mahasiswa Program Studi Gizi.
“Saya sangat terbantu dengan penjelasan dari para mahasiswa. Mereka menjelaskan dengan detail bagaimana cara membuat menu makanan bergizi untuk keluarga saya dengan harga yang terjangkau. Biasanya saya hanya memberikan makanan asal-asalan untuk anak-anak, tapi sekarang saya jadi tahu bahwa gizi itu penting dan bisa dicapai tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar,” kata Ibu Siti dengan senyuman lega.
Demikian pula, Pak Mustakim, 58 tahun, seorang karyawan swasta yang menghadiri acara bersama istri, memuji pendekatan praktis yang ditawarkan oleh mahasiswa dalam penjelasan nutrisi.
“Para mahasiswa ini tidak hanya memberikan teori yang rumit, tetapi mereka memberikan contoh-contoh nyata makanan yang bisa kita konsumsi sehari-hari. Saya menjadi lebih memahami kenapa perut saya sering bermasalah, dan ternyata itu karena pola makan saya yang kurang seimbang. Sekarang saya sudah mendapatkan saran dari mereka untuk mengubah kebiasaan makan saya,” ungkap Pak Mustakim.
Selain booth edukasi dan pemeriksaan kesehatan, kampanye ini juga menampilkan berbagai kegiatan pendukung yang menarik. Ada pertunjukan tari-tarian dari kelompok seni mahasiswa, diskusi panel mengenai tren kesehatan terkini, serta sesi demo memasak makanan bergizi yang dipandu oleh dosen Program Studi Gizi sekaligus praktisi kesehatan profesional.
Anggaran untuk acara ini dipenuhi melalui iuran anggota organisasi, dukungan dari universitas, dan sponsor dari beberapa perusahaan lokal yang peduli dengan isu kesehatan masyarakat. Koordinasi antara BEM dan HMPS berjalan sangat baik, sebagaimana diceritakan oleh Ketua HMPS Gizi, Farah Widya Putri, 21 tahun, mahasiswa dari angkatan 2023.
“Kerja sama antara BEM dan HMPS dalam acara ini sangat harmonis. Kami membagi tugas berdasarkan keahlian dan minat masing-masing anggota. Ada yang menangani logistik, ada yang menangani content creation dan publikasi, ada yang mengurus booth, dan ada juga yang bertanggung jawab atas koordinasi dengan masyarakat. Semua bergerak dengan satu visi yang sama, yaitu memberikan manfaat kepada masyarakat Kendari,” jelas Farah dengan tegas.
Lebih lanjut, Farah menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills, terutama dalam hal komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen proyek. Mahasiswa yang terlibat langsung belajar bagaimana cara merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah program berskala besar.
Penghargaan juga diberikan kepada beberapa mahasiswa yang berkontribusi luar biasa dalam persiapan dan pelaksanaan kampanye. Pengakuan ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa lain agar lebih aktif dalam kegiatan organisasi dan pengabdian masyarakat.
Memasuki akhir acara, BEM dan HMPS Program Studi Gizi melakukan evaluasi bersama untuk menentukan pelajaran apa saja yang bisa diambil dari kesuksesan kampanye kali ini. Dari feedback awal yang dikumpulkan, mayoritas masyarakat mengharapkan agar kampanye sejenis dapat dilaksanakan secara berkala, minimal dua kali dalam satu tahun akademik.
Vice Ketua BEM yang mengurus bidang Pengabdian Masyarakat, Gilang Ramadhan, 20 tahun, menyatakan bahwa pihaknya sudah mencatat semua masukan tersebut dan akan membuat rencana tindak lanjut dalam pertemuan rutin organisasi.
“Kami akan membuat program follow-up yang lebih berkelanjutan. Tidak hanya kampanye sekali-kali, tetapi kami ingin membentuk kader-kader di tingkat kelurahan yang bisa menjadi duta gizi di komunitas mereka masing-masing. Ini adalah bentuk komitmen jangka panjang kami,” tutur Gilang optimis.
Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Hendrik Salim, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa Program Studi Gizi.
“Mahasiswa-mahasiswa Unismuh Kendari adalah aset berharga bagi pembangunan Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, mereka sudah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki hati nurani yang peka terhadap kebutuhan masyarakat. Kami sebagai universitas akan terus mendukung dan memfasilitasi inisiatif-inisiatif positif semacam ini,” pungkas Bapak Hendrik.
Dengan tertutupnya kampanye “Gizi Sehat Dimulai dari Rumah” pada pukul 16.00 sore, sebuah gerakan penting telah dimulai di Kendari. Para mahasiswa Program Studi Gizi Unismuh Kendari, melalui mekanisme organisasi BEM dan HMPS yang solid, telah membuktikan bahwa mereka siap menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Kampanye ini bukan hanya sebuah acara, tetapi merupakan titik awal dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi nutrisi yang tepat sasaran dan mudah dipahami.
Ke depannya, diharapkan bahwa semangat kolaborasi lintas organisasi mahasiswa ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga Program Studi Gizi Unismuh Kendari dapat menjadi pusat edukasi nutrisi yang terpercaya dan berdampak bagi masyarakat Kendari.