Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Gizi, mengumumkan penandatanganan tiga perjanjian kerjasama strategis dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di bidang pangan, kesehatan, dan industri farmasi pada Selasa, 23 April 2026. Kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Mitra-mitra yang telah menandatangani kesepakatan tersebut adalah PT Nutri Sultra Indonesia, sebuah perusahaan produsen produk nutrisi dan suplemen kesehatan dengan kantor pusat di Kendari; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari sebagai mitra klinis; serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Perwakilan Sulawesi Tenggara untuk aspek regulasi dan keamanan pangan.
Acara penandatanganan berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari dengan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Dr. Ir. Muhammad Ridho, M.Sc., Dekan Fakultas Kesehatan Dr. Siti Nurhaliza, S.KM., M.Kes., Ketua Program Studi Gizi Dra. Amina Hasanah, M.Sc., serta perwakilan dari ketiga mitra industri.
“Kerjasama ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan relevan dengan industri,” ujar Rektor Muhammad Ridho dalam sambutannya, Selasa siang itu. Beliau menekankan bahwa era globalisasi menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga keahlian praktis yang dibutuhkan pasar kerja.
LATAR BELAKANG DAN MOTIVASI KERJASAMA
Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari telah beroperasi selama 15 tahun dan terus berkembang dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang mendaftar setiap tahunnya. Namun, tantangan yang dihadapi adalah kesenjangan antara kurikulum akademik dengan kebutuhan praktis industri gizi dan kesehatan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara umum.
Data internal Program Studi Gizi menunjukkan bahwa sejak 2024, tingkat penyerapan lulusan oleh industri mencapai 78 persen dalam enam bulan pertama setelah wisuda. Meskipun angka ini tergolong baik, tim manajemen program merasa masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal penguasaan teknologi, manajemen risiko kesehatan, dan pemahaman mendalam tentang regulasi industri pangan.
“Kami telah melakukan survei terhadap alumni dan industri pengguna tenaga kerja gizi. Hasilnya menunjukkan bahwa lulusan kami sangat baik dari segi pengetahuan dasar, namun memerlukan pendampingan yang lebih intensif dalam aspek praktik lapangan dan manajemen industri,” jelas Ketua Program Studi Gizi Dra. Amina Hasanah dalam wawancara terpisah.
Respons industri terhadap inisiatif kampus sangat positif. PT Nutri Sultra Indonesia, yang didirikan pada tahun 2010 dan kini mempekerjakan lebih dari 250 karyawan, telah lama menginginkan kerjasama struktural dengan institusi pendidikan gizi lokal.
“Kami sering merekrut tenaga kerja, dan apa yang kami harapkan adalah kandidat yang tidak hanya paham teori gizi, tetapi juga memahami proses produksi, kontrol kualitas, dan regulasi pangan yang ketat,” ujar Direktur Operasional PT Nutri Sultra Indonesia Bambang Sutrisno, yang hadir dalam acara penandatanganan tersebut.
ISI DAN CAKUPAN PERJANJIAN KERJASAMA
Perjanjian kerjasama yang ditandatangani mencakup beberapa komponen utama. Pertama, adalah Program Magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang terstruktur. Mulai semester mendatang, mahasiswa Program Studi Gizi akan memiliki kesempatan untuk melakukan magang di fasilitas-fasilitas mitra dengan durasi minimal 320 jam per semester. Magang ini akan disupervisi langsung oleh praktisi industri dan dosen pembimbing dari kampus.
“Kami akan menyediakan 15 hingga 20 tempat magang setiap tahunnya untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari,” kata Bambang Sutrisno, menekankan komitmen perusahaannya.
Komponen kedua meliputi pengembangan kurikulum bersama. Tim kurikulum Program Studi Gizi akan bekerja dengan praktisi industri untuk memastikan bahwa materi-materi yang diajarkan selalu up-to-date dan sesuai dengan perkembangan industri. Sebagai contoh, mata kuliah mengenai “Teknologi Pangan dan Inovasi Produk” akan diperbarui setiap dua tahun dengan masukan langsung dari tim riset dan pengembangan PT Nutri Sultra Indonesia.
Ketiga, program kerjasama mencakup pemberian guest lecture dan workshop reguler. Praktisi dan expert dari industri akan mengunjungi kampus untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkini kepada mahasiswa. RSUD Bahteramas akan khusus memberikan wawasan mengenai gizi klinis dan manajemen pasien dalam setting rumah sakit.
“Kami juga akan membuka kesempatan bagi dosen Program Studi Gizi untuk melakukan penelitian bersama di fasilitas kami. Ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Kesehatan.
Komponen keempat adalah pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan mitra akan memberikan beasiswa parsial kepada mahasiswa berprestasi dengan catatan bahwa penerima beasiswa bersedia bekerja di perusahaan tersebut minimal dua tahun setelah lulus. PT Nutri Sultra Indonesia telah mengalokasikan dana Rp 100 juta per tahun untuk inisiatif beasiswa ini, dengan target 5 mahasiswa per tahun.
Kelima, perjanjian mencakup joint research projects. Program Studi Gizi akan melibatkan mahasiswa dalam penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri. Sebagai contoh, sedang dirancang sebuah penelitian mengenai “Pengembangan Formulasi Produk Nutrisi Tinggi Serat untuk Pencegahan Penyakit Degeneratif di Sulawesi Tenggara,” yang akan melibatkan 8 mahasiswa tingkat akhir.
Terakhir, kerjasama juga mencakup job placement support. Setelah lulus, lulusan Program Studi Gizi akan mendapat prioritas untuk melamar posisi-posisi yang tersedia di perusahaan mitra, dengan seleksi yang tetap fair dan berbasis kompetensi.
PERSPEKTIF DAN HARAPAN STAKEHOLDER
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari mengungkapkan optimismenya bahwa kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi semua pihak. “Tidak hanya mahasiswa yang mendapat manfaat, tetapi juga industri akan mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan mereka. Pada akhirnya, yang paling diuntungkan adalah masyarakat Kendari dan sekitarnya yang akan mendapat layanan gizi yang lebih baik,” ujarnya.
Direktur RSUD Bahteramas Kendari, Dr. Hendra Wijaya, S.Pd., M.Kes., juga memberikan perspektif dari sektor kesehatan publik. Menurutnya, sulitnya menemukan tenaga gizi klinis yang qualified di daerah Sulawesi Tenggara menjadi tantangan dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal.
“Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memiliki pipeline yang jelas untuk mendapatkan tenaga gizi yang terlatih dengan baik. Kami juga akan terlibat dalam kurikulum sehingga apa yang diajarkan di kampus akan langsung applicable di setting klinis,” jelas Dr. Hendra.
Perwakilan BPOM Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dra. Wirda Sari, M.Si., menambahkan bahwa regulasi pangan adalah aspek yang sering diabaikan oleh calon profesional gizi. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena akan meningkatkan pemahaman lulusan mengenai pentingnya keamanan pangan dan kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini akan menciptakan profesional gizi yang tidak hanya ahli nutrisi, tetapi juga advocate untuk keamanan pangan masyarakat,” ujarnya.
DAMPAK DAN PROYEKSI KEDEPAN
Dampak langsung dari kerjasama ini diharapkan dapat terlihat dalam waktu singkat. Mahasiswa yang sedang menjalankan magang mulai musim semi 2026 ini akan mendapat exposure langsung terhadap praktik industri yang sesungguhnya. Pengalaman ini akan memperkaya portofolio mereka dan meningkatkan kepercayaan diri saat memasuki pasar kerja.
Dalam jangka menengah, diproyeksikan bahwa kurikulum Program Studi Gizi akan semakin responsif terhadap perkembangan industri. Dengan masukan reguler dari praktisi, dosen dapat mengintegrasikan studi kasus nyata ke dalam pembelajaran di kelas, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga konteks praktikalnya.
“Saya percaya dalam lima tahun ke depan, Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari akan menjadi salah satu program studi gizi terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara, tidak hanya dalam hal jumlah mahasiswa tetapi juga kualitas lulusan yang dihasilkan,” kata Rektor Muhammad Ridho dengan penuh keyakinan.
Dampak sosial juga diharapkan menjadi signifikan. Dengan lebih banyak tenaga gizi yang qualified di industri dan rumah sakit, akan ada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam aspek gizi. Ini sejalan dengan sustainable development goals, khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.
RESPONS MAHASISWA DAN AKADEMISI
Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari merespons positif terhadap pengumuman kerjasama ini. Salah satu mahasiswa tingkat tiga bernama Fitrah Nugroho, 21 tahun, mengatakan bahwa ia sangat tertarik untuk melakukan magang di PT Nutri Sultra Indonesia.
“Saya sudah belajar tentang formulasi produk di kelas, tetapi belum pernah melihat langsung bagaimana prosesnya di industri. Kesempatan ini sangat berharga bagi saya untuk menambah skill dan pengalaman sebelum lulus,” ujar Fitrah antusias.
Demikian juga dengan Siti Aisyah, mahasiswa tahun keempat yang sedang mengerjakan skripsi, mengatakan bahwa adanya kesempatan joint research project membuat penelitiannya menjadi lebih bermakna karena langsung aplikatif.
“Topik skripsi saya tentang pengembangan snack bar rendah glikemik, dan ternyata ini adalah area yang sangat diminati industri. Dengan support dari PT Nutri Sultra Indonesia, saya bisa melakukan uji coba pada skala yang lebih besar dan mendapat feedback langsung dari expert,” katanya dengan mata berbinar.
Dari sisi akademisi, Drs. Syamsudin, M.Sc., salah seorang dosen senior Program Studi Gizi, mengatakan bahwa kerjasama industri-akademisi seperti ini sangat diperlukan untuk menjaga relevansi pengajaran.
“Sebagai dosen, kami harus selalu update dengan perkembangan industri. Kerjasama ini memberi kami akses langsung ke praktisi dan fasilitas industri, sehingga kami bisa mengintegrasikan knowledge transfer yang lebih autentik dalam pembelajaran,” ungkapnya.
TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI
Meskipun kerjasama ini penuh dengan harapan positif, berbagai tantangan perlu diantisipasi. Salah satunya adalah bagaimana mengelola ekspektasi antara akademisi dan industri yang memiliki budaya kerja yang berbeda.
Dekan Fakultas Kesehatan Dr. Siti Nurhaliza mengakui tantangan ini dan mengatakan bahwa tim telah merancang mekanisme koordinasi yang ketat. “Kami akan membentuk steering committee yang terdiri dari dosen, industri, dan mahasiswa. Committee ini akan bertemu setiap bulan untuk mengevaluasi progress dan mengatasi hambatan yang mungkin muncul,” jelasnya.
Tantangan lainnya adalah kapasitas dosen yang terbatas untuk melakukan penelitian bersama sambil tetap menjalankan tugas mengajar. Untuk mengatasi ini, kampus telah mengalokasikan dana tambahan untuk memberikan insentif kepada dosen yang terlibat dalam joint research projects.
“Kami juga akan merekrut research assistant dari mahasiswa tingkat akhir yang excellent. Ini akan menjadi kesempatan belajar sambil berkontribusi dalam penelitian,” kata Ketua Program Studi Gizi Dra. Amina Hasanah.
PENUTUP
Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari dengan PT Nutri Sultra Indonesia, RSUD Bahteramas Kendari, dan BPOM Perwakilan Sulawesi Tenggara pada 23 April 2026 menandai era baru dalam pendidikan gizi di kampus tersebut. Kerjasama strategis ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen nyata untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.
Dengan melibatkan praktisi industri dalam pengembangan kurikulum, memberikan kesempatan magang yang terstruktur, mendukung joint research projects, dan menciptakan job placement opportunities, Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari sedang membentuk model pendidikan yang berdaya transformatif.
Kiranya inisiatif ini menjadi inspirasi bagi program studi lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari dan institusi pendidikan lainnya di Indonesia untuk men