Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Program Studi Gizi, menyelenggarakan Seminar Nasional Gizi dan Kesehatan Masyarakat pada Senin, 7 April 2026. Acara yang digelar di Auditorium Utama Kampus Unismuh Kendari ini menghadirkan berbagai narasumber berkualitas, mulai dari pakar gizi internasional, praktisi industri kesehatan, hingga pejabat kesehatan nasional. Seminar berlangsung selama satu hari penuh dengan berbagai sesi diskusi, kuliah umum, dan workshop interaktif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa, dosen, dan praktisi kesehatan tentang isu-isu gizi kontemporer.
Acara ini merupakan inisiatif strategis Program Studi Gizi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang gizi, sekaligus membangun jaringan kolaborasi dengan institusi pendidikan dan organisasi kesehatan tingkat nasional. Dengan tema utama “Transformasi Gizi Indonesia: Dari Pencegahan hingga Intervensi Berbasis Bukti Ilmiah,” seminar ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai universitas di Sulawesi Tenggara, praktisi gizi klinis, ahli gizi masyarakat, dan tenaga kesehatan profesional.
Latar Belakang dan Pentingnya Seminar
Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari telah berkembang pesat sejak berdiri pada tahun 2015. Dengan komitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional, program studi ini terus melakukan inovasi dalam pendidikan dan penelitian. Namun, peningkatan kualitas pendidikan memerlukan lebih dari sekadar kurikulum yang baik. Kolaborasi dengan para ahli dan praktisi di lapangan menjadi kunci penting untuk memastikan mahasiswa mendapatkan wawasan terkini tentang perkembangan ilmu gizi dan aplikasinya dalam kehidupan nyata.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia masih menghadapi tantangan gizi yang kompleks. Meskipun prevalensi stunting telah menurun dari 37,8 persen pada tahun 2013 menjadi 24,4 persen pada tahun 2021, masih banyak anak di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara, yang mengalami kekurangan gizi. Di sisi lain, masalah gizi lebih dan penyakit tidak menular terkait gizi juga terus meningkat di perkotaan. Situasi ini menuntut profesional gizi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan mengimplementasikan intervensi gizi yang efektif, efisien, dan kontekstual.
“Seminar ini kami selenggarakan sebagai wujud tanggung jawab akademik Program Studi Gizi untuk berkontribusi aktif dalam mengatasi permasalahan gizi nasional,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., Ketua Program Studi Gizi Unismuh Kendari, dalam sambutannya di pembukaan acara.
Rangkaian Acara dan Narasumber Terkemuka
Seminar Nasional Gizi dan Kesehatan Masyarakat 2026 dirancang dengan struktur yang komprehensif dan interaktif. Acara dimulai pada pukul 08.00 pagi dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, diikuti dengan presentasi utama dari narasumber kunci.
Salah satu pembicara utama adalah Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.Sc., ahli gizi terkemuka dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang telah melakukan penelitian ekstensif tentang kebutuhan energi dan protein masyarakat Indonesia. Dalam presentasinya yang bertajuk “Kebutuhan Zat Gizi dan Status Gizi Masyarakat Indonesia: Perspektif Epidemiologi Gizi,” Prof. Hardinsyah membahas secara mendalam tentang bagaimana penetapan Angka Kecukupan Gizi (AKG) mempertimbangkan karakteristik populasi Indonesia yang beragam.
“Kita harus memahami bahwa kebutuhan gizi setiap individu berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan mereka. Sebagai profesional gizi, Anda harus mampu melakukan asesmen gizi yang komprehensif dan memberikan rekomendasi yang personal dan berbasis bukti ilmiah,” kata Prof. Hardinsyah ketika berbincang dengan para peserta seminar selama coffee break.
Pembicara lainnya adalah Dr. Judhiastuty, M.Kes., Kepala Seksi Gizi dan Kesehatan Ibu-Anak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menghadirkan perspektif praktis tentang implementasi program gizi di tingkat daerah. Dalam sesinya berjudul “Program Gizi Daerah: Tantangan dan Peluang dalam Era Desentralisasi Kesehatan,” Dr. Judhiastuty menjelaskan bagaimana Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara mengintegrasikan program gizi dalam upaya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan.
“Kami membutuhkan banyak ahli gizi profesional yang tidak hanya memahami ilmu gizi secara teoritis, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan stakeholder, melakukan advokasi, dan merancang program yang sesuai dengan konteks lokal. Lulusan Unismuh Kendari memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam program-program kesehatan kami di daerah,” ungkap Dr. Judhiastuty dengan optimisme.
Selain itu, acara ini juga menampilkan pembicara dari industri, yaitu Ir. Bambang Sutrisno, M.S., Manajer Penelitian dan Pengembangan dari sebuah perusahaan industri pangan di Jakarta. Dalam presentasinya tentang “Inovasi Produk Pangan dan Fortifikasi: Strategi Industri dalam Mengatasi Defisiensi Mikronutrien,” Ir. Bambang menjelaskan bagaimana industri pangan bekerja sama dengan ahli gizi dalam mengembangkan produk pangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Workshop Interaktif dan Sesi Diskusi
Selain sesi presentasi, seminar juga menyelenggarakan beberapa workshop interaktif yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta. Workshop pertama berjudul “Asesmen Status Gizi dan Interpretasi Data Antropometri” dipandu oleh Tim Dosen Program Studi Gizi Unismuh Kendari, khususnya Dr. Dwi Retno Sari, M.Gizi, SP.Gizi, dan Nur Azizah, S.Gz., M.Kes.
Dalam workshop ini, peserta diajari tentang teknik pengukuran antropometri yang benar, penggunaan alat ukur standar, dan interpretasi hasil pengukuran menggunakan berbagai indeks gizi. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas pada boneka maneken dan sesama peserta.
“Workshop ini sangat penting karena dalam praktik lapangan, kesalahan teknik pengukuran bisa menyebabkan hasil yang tidak akurat. Hasilnya, diagnosis dan intervensi gizi yang diberikan bisa tidak tepat sasaran,” jelas Dr. Dwi Retno Sari saat membimbing peserta di tengah workshop.
Workshop kedua, berjudul “Konseling Gizi Berbasis Perilaku dan Komunikasi Efektif,” dipimpin oleh Prof. Dr. Ifrani Wirda, Ph.D., seorang ahli dalam bidang promosi kesehatan dan pendidikan gizi. Workshop ini fokus pada pengembangan keterampilan lunak (soft skills) yang penting bagi ahli gizi profesional, termasuk komunikasi empati, teknik menggali informasi, dan strategi motivasi perubahan perilaku berdasarkan pendekatan Transtheoretical Model.
“Banyak mahasiswa ahli gizi yang sudah menguasai ilmu gizi dengan sangat baik, tetapi mereka masih kesulitan ketika harus berkomunikasi dengan klien atau pasien. Padahal, keberhasilan intervensi gizi sangat tergantung pada kemampuan kita untuk membangun hubungan baik dan memotivasi klien untuk mengubah perilaku makan mereka,” kata Prof. Ifrani Wirda dalam membuka workshop.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan seminar nasional ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan Program Studi Gizi Unismuh Kendari dan pembangunan sumber daya manusia di bidang gizi di Sulawesi Tenggara. Salah satu dampak langsung adalah peningkatan wawasan mahasiswa tentang isu-isu gizi kontemporer dan tren perkembangan ilmu gizi global.
“Saya sangat terkesan dengan materi-materi yang disampaikan oleh para pembicara. Terutama presentasi Prof. Hardinsyah tentang kebutuhan gizi masyarakat Indonesia dan workshop tentang komunikasi gizi dari Prof. Ifrani. Ini akan sangat membantu saya ketika melakukan praktik lapangan dan kelak bekerja sebagai ahli gizi profesional,” kata Siti Aminah, mahasiswi semester 7 Program Studi Gizi Unismuh Kendari, yang antusias mengikuti seluruh rangkaian seminar.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Kukuh Sarwono, M.Pd., dalam catatan tertulis yang dibagikan kepada media massa, menyatakan: “Seminar Nasional Gizi dan Kesehatan Masyarakat ini adalah bukti komitmen Unismuh Kendari untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di semua program studi, termasuk Program Studi Gizi. Kami bangga dapat menghadirkan para ahli terkemuka dari berbagai institusi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada civitas akademika kami.”
Dampak lain yang diharapkan adalah memperkuat jaringan kolaborasi akademik dan penelitian antara Program Studi Gizi Unismuh Kendari dengan institusi pendidikan dan organisasi kesehatan lainnya. Beberapa institusi yang hadir dalam seminar sudah menunjukkan minat untuk melakukan kerja sama dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, dan pengembangan kurikulum bersama.
Selain itu, seminar ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk mendalami lebih lanjut topik-topik spesifik dalam gizi melalui penelitian skripsi yang berkualitas dan berdampak. Beberapa dosen sudah menawarkan topik penelitian kepada mahasiswa berdasarkan isu-isu yang didiskusikan dalam seminar.
Upaya Berkelanjutan untuk Peningkatan Kualitas
Penyelenggaraan seminar nasional ini bukan merupakan acara sekali jadi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Program Studi Gizi Unismuh Kendari untuk terus meningkatkan kualitas. Ketua Program Studi menjelaskan bahwa seminar serupa akan diselenggarakan secara berkala, mungkin setiap dua tahun, dengan topik yang disesuaikan dengan perkembangan isu gizi terkini.
“Kami juga sedang mengembangkan kerjasama dengan universitas-universitas lain di Indonesia untuk meningkatkan pertukaran dosen, kolaborasi penelitian, dan pengayaan kurikulum. Target kami adalah bahwa pada lima tahun ke depan, Program Studi Gizi Unismuh Kendari bukan hanya menjadi program studi terbaik di Sulawesi Tenggara, tetapi juga diakui secara nasional sebagai institusi pendidikan gizi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza dengan penuh determinasi.
Program Studi Gizi Unismuh Kendari juga berencana untuk membuat publikasi berupa buku kumpulan makalah dari seminar ini, yang akan tersedia untuk mahasiswa dan akademisi lainnya. Ini merupakan cara untuk memastikan bahwa pengetahuan yang disampaikan dalam seminar dapat diakses lebih luas dan bertahan lebih lama.
Penutup
Seminar Nasional Gizi dan Kesehatan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 7 April 2026 menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya pengembangan pendidikan gizi di Sulawesi Tenggara. Dengan menghadirkan narasumber berkualitas dari berbagai latar belakang, seminar ini telah memberikan platform bagi para akademisi, praktisi, dan policymaker untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif tentang isu-isu gizi yang kompleks dan multifaseted.
Keberhasilan seminar ini diukur tidak hanya dari jumlah peserta atau tingkat kepuasan peserta, tetapi juga dari dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas lulusan ahli gizi, peningkatan kapasitas penelitian, dan kontribusi nyata Program Studi Gizi terhadap penyelesaian masalah gizi di tingkat lokal, regional, dan nasional.
Semoga seminar ini menjadi momentum awal bagi komunitas gizi di Kendari dan Sulawesi Tenggara untuk semakin solid dan produktif dalam melakukan riset dan memberikan kontribusi konkret bagi kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia.