KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya Program Studi Gizi, membuktikan komitmennya terhadap aksesibilitas pendidikan berkualitas melalui peluncuran program beasiswa dan bantuan pendidikan yang komprehensif. Inisiatif ini diumumkan secara resmi pada Jumat, 05 April 2026, dalam acara pertemuan akademik yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan orang tua mahasiswa di Aula Utama Kampus Unismuh Kendari.
Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa dan mahasiswa aktif yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu, sehingga mereka dapat mengejar pendidikan tinggi tanpa beban finansial yang berat. Langkah strategis ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mencetak profesional gizi yang berkompeten dan berdedikasi bagi kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara.
Menurut data yang disampaikan oleh Pusat Layanan Akademik Unismuh Kendari, program beasiswa ini mencakup tiga kategori utama: Beasiswa Penuh (Tuition Full), Beasiswa Parsial, dan Bantuan Pendidikan Darurat. Beasiswa Penuh mencakup seluruh biaya pendidikan, termasuk uang kuliah, praktikum laboratorium, dan pengembangan akademik. Sementara itu, Beasiswa Parsial memberikan subsidi hingga 50 persen dari biaya pendidikan, sedangkan Bantuan Pendidikan Darurat disediakan untuk mahasiswa yang menghadapi kesulitan keuangan mendadak selama menjalani studi.
Latar Belakang dan Kebutuhan Program
Keputusan untuk meluncurkan program beasiswa yang lebih luas didasarkan pada analisis mendalam terhadap kebutuhan mahasiswa di Program Studi Gizi. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan yang berakar pada nilai-nilai sosial kemasyarakatan, merasa memiliki tanggung jawab untuk tidak membiarkan potensi akademis terbuang sia-sia hanya karena kendala ekonomi.
“Kami telah melihat banyak calon mahasiswa berbakat yang tertarik masuk ke Program Studi Gizi kami, namun terpaksa membatalkan niatnya karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Hal ini sangat disayangkan karena mereka memiliki potensi untuk menjadi gizi profesional yang dapat berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Dr. Hendra Wijaya, S.Gz., M.Kes., Ketua Program Studi Gizi Unismuh Kendari, dalam wawancara khusus pada Selasa, 02 April 2026.
Program Studi Gizi di Universitas Muhammadiyah Kendari telah berkembang pesat sejak didirikan pada tahun 2015. Saat ini, program tersebut memiliki kurang lebih 320 mahasiswa aktif yang terdistribusi di empat angkatan. Dengan standar akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), program ini terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Namun, pertumbuhan ini tidak terlepas dari tantangan sosial ekonomi yang dihadapi oleh sebagian besar calon mahasiswa di Kendari dan sekitarnya. Berdasarkan survei internal yang dilakukan oleh Tim Biaya Operasional Unismuh Kendari pada bulan Januari hingga Februari 2026, ditemukan bahwa sekitar 62 persen dari calon pendaftar Program Studi Gizi berasal dari keluarga dengan penghasilan bulanan di bawah Rp 4 juta. Data ini menjadi dasar kuat bagi manajemen universitas untuk mengambil tindakan nyata dalam bentuk program beasiswa.
Mekanisme dan Kriteria Penerimaan Beasiswa
Mekanisme seleksi beasiswa dirancang dengan sistem yang transparan dan objektif. Calon penerima beasiswa harus melewati beberapa tahapan penilaian yang mencakup aspek akademik, sosial ekonomi, dan komitmen terhadap studi di bidang gizi.
Untuk Beasiswa Penuh, kriteria utamanya adalah nilai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) minimal 550, IPK (untuk mahasiswa aktif) minimal 3,5, dan pernyataan tertulis dari orang tua atau wali yang menunjukkan kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, calon penerima harus menjalani wawancara dengan tim seleksi yang terdiri atas dosen Program Studi Gizi, kepala bagian keuangan, dan perwakilan dari yayasan Muhammadiyah Kendari.
“Proses seleksi kami sangat ketat dan profesional. Kami tidak hanya melihat nilai akademik semata, tetapi juga karakter, motivasi, dan komitmen calon mahasiswa terhadap bidang gizi. Kami percaya bahwa mahasiswa yang menerima beasiswa harus menjadi duta baik bagi institusi dan masyarakat,” jelas Dr. Hendra Wijaya lebih lanjut.
Sementara itu, untuk Bantuan Pendidikan Darurat, mekanismenya lebih fleksibel. Mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan dapat mengajukan permohonan kepada Kepala Bagian Akademik disertai dengan dokumen pendukung seperti surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, slip gaji orang tua, atau bukti kondisi darurat lainnya. Tim evaluasi akan memproses permohonan tersebut dalam waktu maksimal dua minggu.
Sumber Pendanaan dan Besaran Dana
Pertanyaan mengenai dari mana sumber pendanaan program beasiswa ini adalah hal yang relevan dan penting. Berdasarkan penjelasan dari Dr. Bambang Sutrisno, M.Kom., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, program ini didukung oleh berbagai sumber, baik internal maupun eksternal.
“Sumber pendanaan program beasiswa kami berasal dari tiga pilar utama. Pertama, alokasi dana dari Yayasan Muhammadiyah Kendari yang menyelisihkan 15 persen dari keuntungan operasional universitas setiap tahunnya. Kedua, kontribusi sukarela dari dosen dan karyawan yang kami sebut dengan program ‘Satu Gaji Untuk Pendidikan’. Ketiga, kolaborasi dengan mitra industri dan organisasi masyarakat sipil yang peduli dengan bidang kesehatan dan gizi,” tutur Dr. Bambang Sutrisno dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Kamis, 04 April 2026.
Untuk tahun akademik 2026/2027, telah dialokasikan dana sebesar Rp 2,8 miliar khusus untuk program beasiswa dan bantuan pendidikan di Program Studi Gizi. Dana ini ditargetkan untuk mendukung minimal 45 mahasiswa dengan berbagai tingkatan beasiswa. Dengan rata-rata biaya pendidikan per mahasiswa sebesar Rp 62 juta per tahun, alokasi dana tersebut dirancang untuk dapat memberikan manfaat yang signifikan.
Testimonial dan Respons Mahasiswa
Program beasiswa ini mendapat respons yang sangat positif dari kalangan mahasiswa, terutama dari mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Salah satu mahasiswa yang telah merasakan manfaat program ini adalah Siti Nurhaliza, mahasiswa angkatan ketiga Program Studi Gizi yang sebelumnya berstatus sebagai penerima Beasiswa Penuh sejak semester pertama.
“Saya sangat berterima kasih atas adanya program beasiswa ini. Sebagai anak dari seorang ibu rumah tangga dan ayah yang bekerja sebagai nelayan, tentunya biaya pendidikan menjadi beban yang sangat berat. Berkat Beasiswa Penuh dari Unismuh Kendari, saya bisa fokus pada studi tanpa harus memikirkan bagaimana cara membayar uang kuliah. Saya berkomitmen untuk selalu mempertahankan prestasi akademik dan suatu hari nanti memberikan kembali kepada masyarakat dan institusi yang telah membantu saya,” ujar Siti Nurhaliza dengan wajah berseri-seri.
Siti Nurhaliza saat ini memiliki IPK sebesar 3,68 dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Gizi Kesehatan Masyarakat. Prestasi ini menunjukkan bahwa program beasiswa tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk memberikan yang terbaik.
Kisah serupa juga dialami oleh Muhammad Rifki, mahasiswa angkatan kedua yang mendapatkan Beasiswa Parsial. “Program beasiswa ini benar-benar mengubah hidup saya. Sebelumnya, saya harus bekerja paruh waktu untuk membantu biaya pendidikan, sehingga waktu belajar saya terganggu. Dengan mendapatkan beasiswa parsial, saya bisa mengurangi beban kerja dan lebih fokus pada akademik. Hasilnya, nilai saya meningkat signifikan dan saya mendapat kesempatan untuk melakukan magang di puskesmas kecamatan,” cerita Muhammad Rifki yang akan segera memasuki tahun keempat studinya.
Dampak Terhadap Aksesibilitas Pendidikan
Peluncuran program beasiswa dan bantuan pendidikan ini memiliki dampak strategis terhadap aksesibilitas pendidikan di tingkat lokal dan regional. Dalam jangka pendek, program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendaftar Program Studi Gizi, khususnya dari kalangan siswa yang sebelumnya tidak memiliki akses finansial untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Dengan adanya program beasiswa ini, kami optimis bahwa pada tahun akademik 2026/2027 mendatang, akan terjadi peningkatan peminatan terhadap Program Studi Gizi. Target kami adalah meningkatkan jumlah mahasiswa baru dari 85 orang menjadi minimal 120 orang dalam dua tahun ke depan,” ungkap Dr. Eka Putri Ramadhani, S.Gz., M.Pd., Kepala Bagian Akademik Program Studi Gizi.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang gizi di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan lebih banyak profesional gizi yang terlatih dengan baik, diharapkan permasalahan gizi di masyarakat, seperti stunting dan gizi kurang, dapat ditangani lebih efektif.
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa prevalensi stunting di kawasan ini masih mencapai 28 persen, jauh di atas target nasional sebesar 14 persen. Oleh karena itu, kehadiran lebih banyak profesional gizi yang berkompeten sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan ini.
Komitmen Berkelanjutan dan Rencana Pengembangan
Universitas Muhammadiyah Kendari tidak menganggap program beasiswa ini sebagai solusi sesaat, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. Manajemen universitas telah merencanakan berbagai pengembangan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas program.
“Kami akan terus mengevaluasi dan mengembangkan program beasiswa ini. Dalam dua tahun ke depan, kami berencana untuk memperluas jangkauan program ke program studi lainnya, tidak hanya terbatas pada Gizi. Kami juga akan mencari mitra-mitra baru dari sektor korporat dan organisasi nirlaba untuk meningkatkan sumber pendanaan,” jelas Dr. Bambang Sutrisno.
Selain itu, universitas juga akan mengimplementasikan sistem mentoring dan pendampingan akademik untuk penerima beasiswa agar mereka dapat mencapai prestasi akademik yang optimal. Program ini akan melibatkan dosen sebagai mentor dan mahasiswa senior sebagai peer mentor.
Penutup
Program beasiswa dan bantuan pendidikan yang diluncurkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Program Studi Gizi merupakan wujud nyata dari komitmen institusi untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sama kepada semua orang, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka. Dengan dana yang dialokasikan, mekanisme seleksi yang transparan, dan dukungan penuh dari manajemen universitas, program ini memiliki potensi besar untuk mengubah kehidupan banyak mahasiswa dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia di bidang gizi.
Seiring dengan berjalan dan berkembangnya program ini, Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mewujudkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan melalui berbagai program pendukung yang inovatif dan berkelanjutan.
Redaktur: Departemen Berita Kampus
Diterbitkan: 05 April 2026