Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Program Studi Gizi mencatatkan pencapaian baru dalam ranah penelitian ilmiah. Pada Rabu, 03 April 2026, kampus tersebut secara resmi meluncurkan proyek penelitian inovatif bertajuk “Pengembangan Formula Pangan Fungsional Berbasis Bahan Baku Lokal Sulawesi Tenggara untuk Peningkatan Status Gizi Masyarakat.” Inisiatif ini melibatkan kolaborasi intensif antara dosen peneliti dan mahasiswa tingkat akhir, mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong inovasi di bidang pangan dan gizi.
Penelitian yang dijadwalkan berlangsung selama dua tahun akademik ini menargetkan pemanfaatan optimal potensi sumber daya alam lokal Sulawesi Tenggara, khususnya tanaman tradisional yang kaya nilai gizi namun belum dioptimalkan secara ilmiah. Melalui pendekatan evidence-based, tim peneliti bertujuan menciptakan produk pangan fungsional yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
### Latar Belakang dan Motivasi Penelitian
Daerah Sulawesi Tenggara, termasuk Kendari sebagai ibukota provinsi, memiliki keragaman hayati yang luar biasa. Namun, potensi ini belum dimaksimalkan dalam konteks pengembangan pangan fungsional yang berstandar ilmiah. Situasi ini menjadi pemicu utama lahirnya inisiatif penelitian di Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Kami memiliki harta karun sumber daya pangan lokal yang belum tergali secara optimal,” ungkap Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Sc., Ketua Program Studi Gizi Unismuh Kendari, saat pembukaan resmi proyek penelitian di Auditorium Blok B Kampus Pusat, Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari. Beliau melanjutkan, “Penelitian ini merupakan manifestasi nyata dari visi kami untuk mengintegrasikan kearifan lokal dengan metodologi ilmiah modern dalam menciptakan solusi gizi yang berkelanjutan.”
Latar belakang penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan masih adanya persentase stunting dan malnutrisi di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui pendekatan pangan fungsional, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan status gizi masyarakat, terutama pada segmen anak-anak dan ibu hamil.
### Detail Penelitian dan Metodologi
Proyek penelitian ini melibatkan sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Gizi sebagai peneliti junior, di bawah bimbingan langsung empat dosen senior yang telah berpengalaman dalam bidang teknologi pangan dan gizi masyarakat. Keseluruhan tim dipimpin oleh Dr. Ir. Siti Nurhaliza dengan co-investigator Dr. Hendra Wijaya, S.Gizi, M.Kes., dan Dra. Nur Azizah, M.Pd.
Metodologi penelitian mencakup beberapa fase komprehensif. Fase pertama, yang dijadwalkan berlangsung dari April hingga Agustus 2026, fokus pada identifikasi dan karakterisasi bahan baku lokal. Tim akan melakukan survei etnobotani mendalam terhadap tanaman-tanaman tradisional yang digunakan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara, dilanjutkan dengan analisis proksimat dan uji laboratorium untuk menentukan komposisi nutrisi lengkap.
“Kami akan mengidentifikasi minimal 20 spesies tanaman lokal yang memiliki potensi sebagai bahan baku pangan fungsional,” jelas Dr. Hendra Wijaya, Koordinator Teknis Penelitian, dalam wawancara khusus. “Setiap tanaman akan dianalisis secara mendetail, meliputi kandungan makronutrien, mikronutrien, antioksidan, dan senyawa bioaktif lainnya.”
Fase kedua, mulai September 2026 hingga Februari 2027, akan fokus pada pengembangan formula dan optimisasi produk. Tim akan melakukan berbagai percobaan komposisi untuk menciptakan produk pangan fungsional yang seimbang nutrisinya. Fase ketiga melibatkan uji organoleptik dan uji klinis terbatas dengan melibatkan kelompok fokus dari komunitas lokal.
### Keterlibatan Mahasiswa dan Pembelajaran Berbasis Penelitian
Salah satu aspek penting dari inisiatif ini adalah pendekatan pembelajaran berbasis penelitian (research-based learning) yang memberdayakan mahasiswa Program Studi Gizi. Mahasiswa-mahasiswa yang terlibat bukan sekadar asisten, melainkan peneliti aktif yang memiliki peran signifikan dalam seluruh proses penelitian.
Siti Rahma Putri, mahasiswa semester VIII Program Studi Gizi yang ditunjuk sebagai Research Assistant Lead, mengungkapkan antusiasmenya. “Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama bertahun-tahun. Kami tidak hanya belajar dari buku atau kuliah, tetapi langsung terjun ke lapangan, melakukan penelitian nyata yang berdampak bagi masyarakat,” kata Siti Rahma saat ditemui di Laboratorium Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari.
Mahasiswa-mahasiswa ini akan mendapatkan pengalaman praktis dalam berbagai keterampilan penelitian, mulai dari teknik pengambilan sampel, analisis laboratorium, pengolahan data, hingga presentasi ilmiah. Selain itu, setiap mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan minimal satu publikasi ilmiah dari penelitian ini, baik dalam bentuk skripsi maupun artikel di jurnal akademik.
### Peran Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai Institusi Pendukung
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Rektorat dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif penelitian ini. Rector Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. M. Alwi Syahnur, S.E., M.M., menyatakan komitmen institusi dalam mengembangkan penelitian yang relevan dan bermakna.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa penelitian yang baik harus memiliki relevansi sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Prof. Alwi saat memberikan sambutan pembukaan proyek penelitian. Beliau menambahkan, “Melalui Program Studi Gizi, kami ingin membuktikan bahwa universitas lokal mampu menghasilkan riset berkualitas internasional yang tetap berpijak pada kebutuhan lokal.”
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unismuh Kendari, dipimpin oleh Dr. Bambang Sudarsono, M.T., juga turut memberikan fasilitasi administratif dan menyiapkan infrastruktur penelitian yang diperlukan. “LPPM siap mendampingi tim peneliti dalam setiap tahapan administrasi penelitian dan membantu memfasilitasi publikasi hasil penelitian ke forum-forum internasional,” jelas Dr. Bambang dalam kesempatan yang sama.
### Infrastruktur dan Dukungan Laboratorium
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk mendukung penelitian ini, termasuk penyediaan laboratorium yang memadai. Laboratorium Gizi dan Teknologi Pangan Unismuh Kendari, yang diperbarui pada tahun 2025, dilengkapi dengan peralatan analitik modern seperti spectrophotometer, HPLC (High-Performance Liquid Chromatography), dan berbagai instrumen pendukung lainnya.
“Kami beruntung memiliki fasilitas laboratorium yang cukup canggih untuk mendukung penelitian tingkat universitas,” ungkap Dra. Nur Azizah, Kepala Laboratorium Program Studi Gizi. “Peralatan-peralatan ini memungkinkan kami untuk melakukan analisis nutrisi secara akurat dan menghasilkan data yang kredibel.”
### Potensi Dampak dan Kontribusi Sosial
Hasil penelitian ini diproyeksikan akan memberikan dampak multifaset bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Secara langsung, penelitian diharapkan menghasilkan formula pangan fungsional yang dapat meningkatkan status gizi, terutama pada kelompok vulnerable seperti anak-anak dan ibu hamil. Secara tidak langsung, inisiatif ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal melalui peningkatan nilai tambah produk pertanian mereka.
“Jika hasil penelitian ini terbukti efektif, kami akan lanjutkan dengan fase komersializasi,” terang Dr. Siti Nurhaliza. “Kami sedang menjalin dialog dengan pemerintah daerah dan beberapa UMKM lokal untuk mendiskusikan potensi scaling-up produk ini. Ke depannya, kami berharap pangan fungsional ini dapat diproduksi oleh industri lokal dan diakses oleh masyarakat dengan harga terjangkau.”
Penelitian ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat regional dan nasional. Hasil-hasil penelitian akan dipresentasikan dalam berbagai seminar akademik, baik nasional maupun internasional, serta dipublikasikan di jurnal-jurnal bereputasi.
### Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti telah menjalin kolaborasi dengan beberapa institusi terkait. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Dinas Pertanian setempat menjadi mitra dalam pengumpulan data lapangan dan mobilisasi komunitas. Selain itu, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat-obatan (Balitro) di Bogor juga memberi dukungan teknis dalam hal identifikasi dan karakterisasi bahan baku.
“Kolaborasi lintas institusi ini penting untuk memastikan penelitian ini mendapat dukungan holistik dan hasil-hasilnya dapat diimplementasikan secara lebih luas,” pungkas Dr. Hendra Wijaya.
### Penutup
Peluncuran penelitian inovatif “Pengembangan Formula Pangan Fungsional Berbasis Bahan Baku Lokal Sulawesi Tenggara” oleh Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penelitian berbasis komunitas. Inisiatif ini mencerminkan komitmen institusi untuk menghasilkan solusi nyata bagi tantangan nutrisi dan kesehatan masyarakat lokal.
Dengan dukungan institusional yang kuat, keterlibatan aktif mahasiswa, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, penelitian ini diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pangan fungsional yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks Sulawesi Tenggara. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Program Studi Gizi, telah membuktikan bahwa universitas lokal mampu menjadi motor penggerak inovasi yang bermakna bagi pembangunan daerah.
(Artikel ditulis berdasarkan informasi dari acara peluncuran proyek penelitian pada tanggal 03 April 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari)
—
Penulis: [Nama Jurnalis Kampus]
Kendari, 04 April 2026