Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur berskala besar. Khususnya, Program Studi Gizi menjadi fokus utama melalui pengembangan fasilitas laboratorium modern yang dirancang untuk meningkatkan standar akademik dan penelitian sivitas akademika. Proyek senilai 12 miliar rupiah ini diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026.
Pembangunan fasilitas laboratorium gizi modern merupakan wujud nyata dari rencana pengembangan infrastruktur kampus yang telah direncanakan sejak tahun 2023. Lokasinya berada di kawasan kampus utama Unmuh Kendari di Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari. Fasilitas ini akan menjadi yang terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara dan menjadi pusat keunggulan dalam bidang ilmu gizi.
“Kami memahami bahwa saat ini, kebutuhan tenaga profesional di bidang gizi sangat tinggi. Program Studi Gizi kami harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga terampil secara praktis. Pembangunan laboratorium modern ini adalah investasi strategis kami untuk mewujudkan visi tersebut,” ujar Prof. Dr. H. Rahmawati Amir, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama proyek pada Senin, 31 Maret 2026.
Spesifikasi dan Desain Fasilitas
Laboratorium Gizi Modern yang akan dibangun mencakup tiga zona utama dengan luas total 1.200 meter persegi. Zona pertama adalah Laboratorium Analisis Gizi yang dilengkapi dengan peralatan spektrofotometer, kromatografi cair berkinerja tinggi (HPLC), dan alat pengukur kadar mineral. Zona kedua adalah Laboratorium Pengolahan Pangan Gizi dengan dapur percobaan berstandar internasional, peralatan sterilisasi, dan ruang formulasi makanan khusus.
Sementara itu, zona ketiga adalah Laboratorium Manajemen Gizi dan Kesehatan Komunitas yang dilengkapi dengan ruang konsultasi nutrisi, studio produksi konten edukasi gizi, dan pusat data kesehatan masyarakat terintegrasi. Seluruh fasilitas akan didukung oleh sistem manajemen keselamatan laboratorium berstandar ISO 15189 dan dilengkapi dengan sistem keamanan biologi Level 2.
“Desain laboratorium ini kami sesuaikan dengan standar internasional dan kebutuhan praktis pembelajaran mahasiswa Program Studi Gizi. Setiap zona dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek dan penelitian berkelanjutan. Kami juga memastikan bahwa fasilitas ini ramah lingkungan dengan sistem pengelolaan limbah yang memadai,” jelas Dr. Ir. Slamet Riyanto, M.Sc., Kepala Program Studi Gizi Unmuh Kendari, pada Rabu, 9 April 2026, saat penulis melakukan wawancara di kantor Program Studi Gizi.
Latar Belakang Pembangunan
Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari telah beroperasi sejak 2008 dengan fokus pada pendidikan gizi berkelanjutan. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan meningkatnya permintaan lulusan di industri kesehatan, program studi ini dinilai memerlukan peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas pembelajaran.
Data internal Program Studi Gizi menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, jumlah peminatan lulusan di sektor industri makanan, rumah sakit, dan layanan kesehatan komunitas meningkat drastis. Namun, keterbatasan fasilitas laboratorium yang ada menjadi hambatan dalam memberikan pengalaman pembelajaran praktis yang optimal kepada mahasiswa.
“Sebelumnya, kami hanya memiliki satu laboratorium dengan kapasitas terbatas. Mahasiswa harus bergiliran untuk praktikum, sementara peralatan yang tersedia juga sudah cukup lama dan tidak sesuai dengan perkembangan teknologi analisis gizi modern. Ini menjadi latar belakang kami mengajukan proposal pembangunan laboratorium baru,” ungkap Dr. Rina Wijayanti, S.Gizi, M.Si., Koordinator Laboratorium Program Studi Gizi, pada saat kunjungan penulis ke lokasi proyek pada 7 April 2026.
Proses Perencanaan dan Pendanaan
Proses perencanaan pembangunan laboratorium gizi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pimpinan universitas, ketua program studi, dosen, dan perwakilan mahasiswa. Perencanaan dimulai dengan studi kelayakan yang dilakukan selama enam bulan, melibatkan analisis kebutuhan akademik, proyeksi pertumbuhan mahasiswa, dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Sumber pendanaan untuk proyek senilai 12 miliar rupiah ini berasal dari kombinasi dana operasional universitas (40 persen), bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (35 persen), serta dukungan dari mitra industri dan alumni Unmuh Kendari (25 persen). Skema pendanaan ini menunjukkan komitmen multi-stakeholder dalam mendukung pengembangan pendidikan gizi berkualitas.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proyek ini, baik melalui kontribusi finansial maupun masukan akademik. Khususnya, kami apresiasi kepada alumni yang telah bekerja di industri dan memberikan insight tentang kebutuhan praktis di lapangan,” kata Prof. Dr. H. Rahmawati Amir dalam kesempatan yang sama.
Dampak bagi Program Studi dan Mahasiswa
Pembangunan laboratorium modern ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi Program Studi Gizi Unmuh Kendari. Pertama, akan meningkatkan kapasitas pembelajaran praktis dengan dapat menampung hingga 150 mahasiswa per semester untuk praktikum secara bersamaan. Kedua, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman hands-on dengan peralatan berstandar industri, sehingga meningkatkan kompetensi praktis mereka.
Ketiga, laboratorium modern ini diharapkan dapat menjadi pusat penelitian gizi terpadu. Dosen dan mahasiswa dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang isu-isu gizi lokal dan regional, seperti anemia, gizi kurang pada anak, dan penyakit tidak menular yang berhubungan dengan gizi.
“Dengan fasilitas baru ini, kami menargetkan peningkatan jumlah publikasi penelitian dalam jurnal internasional sebesar 300 persen dalam tiga tahun ke depan. Kami juga berharap dapat bermitra dengan universitas internasional dalam penelitian gizi bersama,” ungkap Dr. Slamet Riyanto dengan optimis.
Dampak lain yang juga penting adalah peningkatan reputasi akademik Program Studi Gizi secara nasional. Fasilitas modern ini akan membuat program studi menjadi lebih menarik bagi calon mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Selain itu, kehadiran laboratorium berstandar internasional akan membuka peluang akreditasi program studi dengan predikat unggul.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Inklusi
Program Studi Gizi juga berkomitmen untuk memastikan bahwa laboratorium modern ini dapat diakses oleh seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Universitas akan menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa berprestasi namun kurang mampu untuk dapat mengikuti seluruh program praktikum di laboratorium baru.
Selain itu, fasilitas ini juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Sistem pendingin laboratorium menggunakan teknologi hemat energi, dan seluruh limbah yang dihasilkan akan dikelola sesuai dengan prosedur pengelolaan limbah laboratorium yang ramah lingkungan.
“Kami juga menjadikan laboratorium ini sebagai pusat edukasi gizi bagi masyarakat luas. Ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penyuluhan gizi komunitas dan konsultasi nutrisi gratis bagi warga Kendari,” jelas Dr. Rina Wijayanti.
Jadwal Pelaksanaan dan Target
Pembangunan laboratorium gizi modern dijadwalkan dimulai pada bulan Mei 2026 dan direncanakan selesai pada bulan November 2026. Target awal operasional penuh adalah semester genap tahun akademik 2026/2027. Pengawasan proyek dilakukan oleh tim internal universitas dan konsultan independen untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Kami akan melakukan monitoring ketat terhadap proses konstruksi. Target kami adalah setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Kami juga akan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pengujian awal fasilitas sebelum resmi dioperasionalkan,” kata Ir. Budi Santoso, Direktur Fasilitas dan Infrastruktur Unmuh Kendari, dalam penjelasannya kepada penulis.
Harapan dan Visi Ke Depan
Pimpinan Program Studi Gizi memiliki visi ambisius untuk pengembangan lebih lanjut. Dalam lima tahun mendatang, mereka menargetkan untuk membuka program magister (S2) Gizi dengan fokus pada penelitian gizi masyarakat dan gizi kesehatan. Laboratorium modern yang sedang dibangun ini akan menjadi tulang punggung dari program pascasarjana tersebut.
“Kami percaya bahwa investasi dalam infrastruktur akademik adalah investasi dalam masa depan. Mahasiswa yang kami didik hari ini akan menjadi profesional gizi yang berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Laboratorium modern ini adalah salah satu wujud komitmen kami untuk memberikan pendidikan terbaik,” pungkas Prof. Dr. H. Rahmawati Amir.
Pembangunan laboratorium gizi modern di Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan dedikasi institusi pendidikan dalam merespons kebutuhan zaman modern. Dengan fasilitas ini, diharapkan Program Studi Gizi dapat terus berinovasi dan menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan.
(*)