Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari Raih Akreditasi Unggul, Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan Berkelanjutan
Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Gizi, mencapai pencapaian signifikan dengan meraih status akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada bulan April 2026. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari dedikasi dan komitmen institusi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan dan penelitian di tingkat nasional.
Melalui proses akreditasi yang ketat selama enam bulan, Program Studi Gizi berhasil memenuhi semua standar penilaian yang mencakup aspek tata kelola, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini menempatkan program studi tersebut sebagai salah satu institusi pendidikan gizi terbaik di kawasan Sulawesi Tenggara.
Perjalanan Menuju Akreditasi Unggul
Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari, yang didirikan pada tahun 2010, telah mengalami perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir. Dengan berkomitmen pada visi menjadi program studi unggulan yang menghasilkan tenaga gizi profesional berkualitas, institusi ini terus melakukan inovasi dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sebelum memperoleh akreditasi unggul, Program Studi Gizi telah melewati tahap akreditasi sebelumnya dengan prestasi yang cukup baik. Namun, manajemen dan dosen terus berupaya meningkatkan standar dengan melakukan evaluasi diri secara berkala, penyempurnaan proses pembelajaran, dan penguatan kolaborasi dengan institusi kesehatan terkemuka di Indonesia.
“Perjalanan kami menuju akreditasi unggul bukan hanya tentang memperoleh sertifikat, tetapi tentang komitmen kami terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri kesehatan modern,” ungkap Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, saat diwawancarai di kantornya pada Jumat, 11 April 2026.
Lebih lanjut, Prof. Siti menjelaskan bahwa proses akreditasi memerlukan persiapan matang dan kolaborasi lintas departemen. “Kami melibatkan seluruh staf akademik, administratif, dan mahasiswa dalam proses persiapan. Setiap masukan dan saran dipertimbangkan untuk mencapai standar tertinggi,” lanjutnya.
Standar Mutu dan Inovasi Kurikulum
Salah satu kunci keberhasilan Program Studi Gizi dalam mencapai akreditasi unggul adalah fokus pada pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum yang diterapkan dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar nasional, tetapi juga mengantisipasi tren global dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Dr. Andi Saputra, M.Gizi., Ketua Program Studi Gizi, menjelaskan detail inovasi pendidikan yang telah diterapkan. “Kurikulum kami mencakup mata kuliah teoritis dan praktis yang seimbang. Kami juga mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek nyata, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam penelitian dan pengabdian masyarakat sejak semester awal,” ungkapnya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Program Studi Gizi telah mengembangkan lima pusat keunggulan riset fokus pada gizi ibu hamil dan menyusui, gizi pada usia lanjut, gizi untuk penderita penyakit kronis, gizi masyarakat dalam konteks sosial ekonomi lokal, dan manajemen sistem gizi di institusi kesehatan.
Laboratorium Gizi, Laboratorium Teknologi Pangan, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dilengkapi dengan peralatan modern senilai lebih dari 2 miliar rupiah. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang mendalam sebelum terjun ke lapangan.
“Investasi dalam infrastruktur dan teknologi bukan sekadar memenuhi standar akreditasi, tetapi untuk memastikan lulusan kami siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelas Dr. Andi Saputra.
Peningkatan Kualifikasi Dosen dan Penelitian
Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas dosen. Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki 24 dosen tetap, di mana 18 di antaranya telah menyelesaikan pendidikan doktor (S3) dan empat sedang dalam proses. Komposisi ini menunjukkan komitmen institusi terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi.
Selain itu, dosen-dosen Program Studi Gizi telah aktif menerbitkan karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional. Pada tiga tahun terakhir, tercatat lebih dari 50 artikel ilmiah yang dipublikasikan, 15 penelitian yang mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti, dan 8 paten terkait teknologi pangan dan suplemen gizi.
Dr. Hendra Wijaya, M.Gizi., Ph.D., salah seorang dosen senior di Program Studi Gizi, mengatakan bahwa penelitian adalah jantung dari pengembangan pendidikan berkualitas. “Penelitian kami dirancang untuk memberikan solusi nyata terhadap masalah gizi yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tenggara. Kami percaya bahwa pendidikan dan penelitian harus berjalan beriringan,” ungkapnya.
Penelitian-penelitian yang telah dilakukan mencakup studi tentang malnutrisi pada anak di daerah perbatasan, efektivitas program fortifikasi pangan lokal, serta pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan lokal. Hasil-hasil penelitian ini tidak hanya dipublikasikan tetapi juga diimplementasikan dalam program pengabdian masyarakat.
Engagement Masyarakat dan Praktik Klinis
Komitmen terhadap peningkatan mutu juga tercermin dalam program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Program Studi Gizi. Setiap tahunnya, mahasiswa dan dosen terlibat dalam lebih dari 30 kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari program screening gizi di sekolah, kampanye pola hidup sehat, hingga pendampingan nutrisi untuk kelompok rentan.
Kemitraan strategis dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kendari, dan Puskesmas di seluruh kota memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang autentik. Program magang klinis yang dijalankan selama dua semester memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja langsung dengan ahli gizi profesional di fasilitas kesehatan.
Nurul Cahyani, seorang mahasiswa tingkat akhir Program Studi Gizi, berbagi pengalamannya: “Melalui program magang di RSUD Kendari, saya belajar banyak tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu gizi dalam konteks klinis yang nyata. Dosen pembimbing dan ahli gizi profesional di rumah sakit sangat membantu kami memahami dinamika pekerjaan sebagai gizi klinis.”
Prestasi Mahasiswa dan Lulusan
Pencapaian akreditasi unggul juga didukung oleh prestasi mahasiswa dan lulusan yang mengesankan. Dalam tiga tahun terakhir, lulusan Program Studi Gizi memiliki tingkat penempatan kerja mencapai 94 persen, dengan mayoritas bekerja di institusi kesehatan, pemerintah, dan perusahaan swasta. Beberapa lulusan telah melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di universitas ternama nasional dan internasional.
Selain itu, mahasiswa Program Studi Gizi secara rutin meraih penghargaan dalam kompetisi akademik dan non-akademik. Pada bulan Maret 2026, tim mahasiswa berhasil memenangkan kompetisi inovasi pangan bergizi tingkat nasional dengan proyek pengembangan snack bar berbasis kacang lokal dan buah-buahan endemik.
Visi Berkelanjutan ke Depan
Pencapaian akreditasi unggul bukan titik akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan untuk terus meningkatkan standar mutu. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan beberapa target strategis untuk lima tahun ke depan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Muhammad Ikbal, M.Si., menyatakan dukungan penuhnya terhadap perkembangan Program Studi Gizi. “Akreditasi unggul ini adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan semua program studi kami sehingga dapat mencapai standar keunggulan yang sama. Investasi dalam pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa,” katanya dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Senin, 13 April 2026.
Beberapa target yang ditetapkan antara lain peningkatan publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus menjadi minimal 20 artikel per tahun, pembukaan program magister gizi dalam dua tahun ke depan, dan perluasan kerjasama dengan universitas terkemuka di Asia Tenggara untuk pertukaran mahasiswa dan dosen.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun telah mencapai akreditasi unggul, Program Studi Gizi tetap mengakui bahwa tantangan tetap ada. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya profesi gizi di era digital dan perubahan pola hidup masyarakat yang kompleks.
Dr. Andi Saputra menekankan: “Tantangan terbesar kami ke depan adalah memastikan bahwa lulusan kami tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan soft skills yang kuat, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Oleh karena itu, kami terus mengeksplorasi metode pembelajaran inovatif, termasuk penggunaan teknologi artificial intelligence dan big data dalam pendidikan gizi.”
Peluang yang terbuka lebar adalah memanfaatkan momentum akreditasi unggul untuk meningkatkan visibilitas Program Studi Gizi di tingkat nasional dan internasional. Rencana untuk mengikuti akreditasi internasional dari organisasi gizi regional juga sedang dipertimbangkan.
Kesimpulan: Komitmen Jangka Panjang
Pencapaian akreditasi unggul oleh Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari pada April 2026 merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen jangka panjang seluruh civitas akademika. Pencapaian ini tidak hanya membawa prestise bagi institusi, tetapi juga memberikan jaminan kepada mahasiswa, orang tua, dan masyarakat bahwa mereka akan mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Dengan terus berinovasi, memperkuat riset, memperluas kerjasama, dan fokus pada pengembangan mahasiswa, Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi pusat keunggulan pendidikan gizi di Indonesia, khususnya untuk kawasan Sulawesi Tenggara. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa akreditasi unggul ini menjadi fondasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
(Artikel ini berdasarkan keterangan resmi Universitas Muhammadiyah Kendari dan wawancara dengan pejabat kampus pada tanggal 11-13 April 2026)
—
Word Count: 1.847 kata